Rabu, 20 November 2013

praktikum reaksi redoks


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Judul                      : Reaksi Redoks
Tujuan                    : Melihat reaksi redoks spontan dan tidak spontan.
Tempat,waktu        : Laboratorium kimia SMA N 4 Lahat,
                                Jumat 6 September 2013
Alat dan bahan      :

Alat
1.      Tabung reaksi             4
2.      Rak tabung reaksi       1
3.      Ampelas                     1
4.      Pipet tetes                   4
Bahan
1.    Larutan ZnSO4           4mL
2.    Larutan CuSO4           4mL
3.    Larutan HCl               8mL
4.    Lempengan seng        2 potong
5.    Lempengan tembaga  2 potong

Landasan teori       :
Konsep reduksi dan oksidasi (redoks) berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, penyerahan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi. Reaksi reduksi-oksidasi merupakan reaksi yang berlangsung pada proses-proses elektrokimia, yaitu proses kimia yang menghasilkan arus listrik dan proses kimia yang menggunakan arus listrik.
Reaksi redoks adalah gabungan dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi yang berlangsung bersamaan. Tidak ada peristiwa pelepasan elektron (reaksi oksidasi) tanpa disertai peristiwa penangkapan elektron (reaksi reduksi). Reaksi redoks dapat berlangsung spontan maupun tidak spontan.
Reaksi redoks antara logam dan asam berlangsung spontan bergantung pada mudah atau sukarnya logam itu mengalami oksidasi (kuat ataulemahnya sifat reduktor).Alessandro Volta melakukan eksperimen dan berhasil menyusun deretkeaktifan logam atau deret potensial logam yang dikenal dengan deret Volta.
Li K Ba Ca Na Mg Al Nu Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn (H) Cu Ag Hg Pt Au
Semakin ke kiri suatu unsur dalam deret Volta, sifat reduktornya semakin kuat. Artinya, suatu unsur akan mampu mereduksi ion-ion unsur di sebelah kanannya, tetapi tidak mampu mereduksi ion-ion dari unsur di sebelah kirinya.

Langkah kerja        :
1.      Ampelas lempengan seng dan tembaga hingga bersih, kemudian potong secukupnya, masing-masing 2 potong
2.      Siapkan empat tabung reaksi yang bersih dan beri nomor 1 sampai 4, isilah keempat tabung itu sebagai berikut.
Tabung 1 dengan larutan CuSO4 4mL,
Tabung 2 dengan larutan ZnSO4 4mL,
Tabung 3 dan 4 dengan larutan HCl masing-asing 4 mL.
3.      Tambahkan lempeng seng ketabung 1 dan 3, sedangkan lempeng tembaga kedalam tabung 2 dan 4.
4.      Catat pengamatan anda.
Hasil                       :

Tabung 1
Tabung 2
Tabung 3
Tabung 4
Larutan yang diisikan
CuSO4
ZnSO4
HCl
HCl
Warna larutan
Biru
Tidak berwarna
Tidak berwarna
Tidak berwarna
Logam yang ditambahkan
Zn
Cu
Zn
Cu
Perubahan setelah ditambahkan logam
Terjadi penyepuhan
Tidak terjadi perubahan
Logam perlahan habis
Tidak terjadi perubahan

Pembahasan           :
Dari tabel hasil pengamatan dapat kita ketahui mana reaksi spontan dan mana bukan reaksi spontan. Pada percobaan tabung satu dan tabung tiga dapat kita ketahui bahwa reaksi yang terjadi berupa reaksi spontan.
Berdasarkan teori deret kereaktifan logam yang disusun oleh Alessandro Volta, Zn berada disebelah kiri dari Cu sehingga Zn lebih reaktif dan sifat reduktornya lebih besar sehingga dapat mereduksi Cu dan terbentukla endapan Cu pyang terlihat seperti penyepuhan pada lempengan  Zn.
Sedangkan pada tabung dua terdapat lempengan Cu didalam larutan Zn, dimana Cu berada disebelah kanan dari larutan Zn sehingga Cu kurang reaktif (sifat reduktornya kurang) dan tidak dapat mereduksi Zn. Berarti reaksi lempengan Cu dan larutan Zn bukan reaksi spontan.
Pada tabung ketiga terdapat lempengan Zn dalam larutan HCl, dimana Zn berada disebelah kiri dari H, sehingga Zn lebih reaktif dan dapat mereduksi H dan membentuk gas H2, sedangkan pada tabung keempat terdapat lepengan Cu didalam larutan HCl dimana Cu berada disebelah kanan H, jadi Cu tidak dapat mereduksi H (tidak terjadi reaksi).
Pertanyaan             :
1.      Pada tabung manakah terjadi reaksi redoks spontan dan pada tabung yang mana tidak terjadi reaksi?
Jawab         : redoks spontan terjadi pada tabung satu dan tabung tiga. Redoks tidak spontan terjadi pada tabung dua dan tabung empat.

2.      Tuliskan persamaan reaksi setara untuk reaksi yang berlangsung spontan!
Jawab         :
Tabung 1
Rx. ½ red           : Cu2+ + 2e              Cu
Rx ½ oks            : Zn             Zn2+ + 2e
Rx satu sel          : Cu2+ + Zn              Cu + Zn2+

Tabung 3
Rx ½ red            : 2H+ + 2e               H2
Rx ½ oks            : Zn             Zn2+ + 2e
Rx satu sel          : 2H+ + Zn               H2 + Zn2+

Kesimpulan            :
Reaksi redoks antara logam dan asam berlangsung spontan bergantung pada mudah atau sukarnya logam itu mengalami oksidasi (kuat ataulemahnya sifat reduktor).
Semakin ke kiri suatu unsur dalam deret Volta, sifat reduktornya semakin kuat. Artinya, suatu unsur akan mampu mereduksi ion-ion unsur di sebelah kanannya, tetapi tidak mampu mereduksi ion-ion dari unsur di sebelah kirinya.

3 komentar: