Senin, 22 April 2013

karya tulis biogas



MENGUBAH SERASAH SAYURAN
MENJADI BIOGAS

OLEH

Nama : Kms.M. Naufal Elsinaz        NIS 1552      Kelas :XI IPA 3
Nama : Molina Nabila Paquita J.      NIS 1557      Kelas :XI IPA 3
Nama : Rizki Ahmad Sholeh             NIS 1630      Kelas :XI IPA 3
Nama : Venny Hearttiana                  NIS 1674      Kelas :XI IPA 3







PEMERINTAH KABUPATEN LAHAT
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 4 LAHAT

Jalan Raya Tanjung Payang Kec. Lahat Telp 0731 – 326660
Website : www.sman4lahat.sch.id Email : tatausaha@sman4lahat.sch.id Fax : 0731 – 326662


TAHUN AJARAN
2012/2013 

LEMBAR PENGESAHAN


MENGUBAH SERASAH SAYURAN MENJADI BIOGAS
Disusun

Nama : Kms.M. Naufal Elsinaz                      NIS 1552             Kelas :XI IPA 3
Nama : Molina Nabila Paquita J.                    NIS 1557             Kelas :XI IPA 3
Nama : Rizki Ahmad Sholeh                          NIS 1630             Kelas :XI IPA 3
Nama : Venny Hearttiana                               NIS 1674             Kelas :XI IPA 3

disetujui


Pembimbing 1                                                             Pembimbing II







                                                                                                                           
       Marta Beni S.Si                                                        Desismi Hartini S.Pd






                                                       disahkan
                                             Kepala SMA 4 Lahat







                                                                               
                                               Drs. Syamsul Hadi






KATA PENGANTAR



Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulisyang berjudul “Mengubah serasah sayuran menjadi biogas tepat pada waktunya.
Karya tulis ini tersusun atas bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik dukungan moriil maupun materiil. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Desismi Hartini, S.Pd. dan Ibu Marta Beni S.Si selaku pembimbing yang telah memberikan kritik dan saran serta bimbingan sampai terselesainya karya tulis ini.
2.      Teman-teman di SMAN 4 Lahat dan semua pihak yang telah membantu terselesainya karya tulis ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Di dalam penulisan karya tulis ini, penulis merasa banyak kekurangan dan kekeliruan, dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan dan menerima semua kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan karya tulis ini.
Akirnya penilis berharap semoga karya tulis ini akan memberi manfaat bagi kita semua. Kepada semua pihak yang telah membantu, semoga limpahan rahmat dan hidayat-Nya senantiasa tercurah dan mendapat imbalan setimpal dari Allah SWT.
           



Lahat,     Maret 2013


               Peulis




ABSTRAK



Karya tulis ini berjudul “Mengubah Serasah Sayuran Menjadi Bio Gas”. Karya tulis ini di latar belakangi dengan kondisi yang ada di Indonesia. Indonesia merupakan negara agraris yang kebanyakan penduduknya adalah petani. Hasil pertanian Indonesia beraneka ragam, seperti beras, jagung , buah- buahan dan sayur sayuran. Akan tetapi, kondisi iklim di dunia saat ini mengalami perubahan, yang berimbas terhadap pertanian di Indonesia. Hasil panen tak menentu, sehingga harga hasil pertanian meningkat, akibatnya banyak hasil pertanian seperti sayur sayuran tak habis terjual dan terbuang percuma.
Selain itu, naiknya harga sayuran juga diakibatkan oleh distribusi sayur menyayur, karena tidak semua sayuran dapat hidup di suatu daerah. Tentunya distribusi sayuran itu membutuhkan biaya untuk membeli bahan bakar, sedangkan saat ini dunia sedang mengalami penghematan energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar minyak. Sedangkan kebutuhan akan bahan bakar terus meningkat, seperti pendistribusian sayuran. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti apakah serasa sayuran dapat dibuat biogas tanpa melalui proses penyulingan.
Setelah dilakukan penelitian, ternyata serasa sayuran tidak dapat dibuat biogas tanpa melalui proses penyulingan, dikarenakan konsentrasi gas metana yang dihasilkan kurang tinggi sehingga tidak efesien untuk digunakan. Maka dari itu, serasa sayuran dapat dijadikan biogas jika melalui proses penyulingan.





















DAFTAR ISI


Lembar pengesahan ...............................................................................................  i
Kata pengantar .......................................................................................................  ii
Absrtak ..................................................................................................................  iii
Daftar isi ................................................................................................................  iv

BAB 1  PENDAHULUAN................................................................................... 1
1.1     Latar belakang ....................................................................................  1
1.2     Rumusan masalah ...............................................................................  2
1.3     Batasan masalah .................................................................................  2
1.4     Tujuan penelitian ................................................................................  2
1.5     Manfaat ..............................................................................................  3


BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................  4
2.1 Pengertian sayuran ...............................................................................  4
2.2 Jenis sayuran ........................................................................................  4
2.3 Zat yang terkandung dalam sayuran ....................................................  4
2.4 Pengertian sampah organik ..................................................................  5
2.5 Pengertian bahan bakar ........................................................................  5
2.6 Jenis-jenis bahan bakar .........................................................................  5
2.7 Pegertian bio gas ..................................................................................  5
2.8 Zat yang terkandung dalam bio gas .....................................................  6

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ..............................................................    7
3.1 Metodelogi penelitian ..........................................................................   7
3.2 Alat dan Bahan ....................................................................................  7
3.3 Langkah Kerja ..................................................................................... 7


BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ...............................................................     8
4.1 Hasil ..................................................................................................... 8
42 Pembahasa ............................................................................................ 8


BAB 5 PENUTUP ................................................................................................  10
5.1 Kesiumpulan ........................................................................................  10
5.2 Saran .................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................  v

LAMPIRAN




BAB I
P
ENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Indonesia terkenal akan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hal ini juga didukung oleh beberapa faktor penunjang pertanian yang menyebabkan pertanian di Indonesia berkembang dengan baik sehingga tanaman yang ditanam menghasilkan panen yang memuaskan serta dapat mencukupi kebutuhan baik untuk petani itu sendiri maupun memenuhi kebutan masyarakat Indonesia. Pertanian yang dilakukan di Indonesia beraneka ragam, baik menanam tanaman pokok seperti beras dan jagung, maupun pertanian yang menanam tanaman pendamping seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
Saat ini kondisi alam sedang tidak baik sehingga mempengaruhi keadaan iklim yang berimbas pada pertanian Indonesia, hasil panen tidak menentu. Karena musim yang tak menentu, hasil pertanian pun dijual dengan mahal. Banyak sayuran yang terbuang menjadi busuk, percuma. Tentu hal tersebut tidak efisien dikarenakan sayuran yang terbuang percuma tersebut masih dapat diolah kembali sesuai dengan kebutuhan.
Selain diakibatkan musim yang tak menentu sehingga hasil panen berkurang faktor lain yang membuat harga sayuran yang ada di Indonesia mahal sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat Indonesia adalah masalah distribusi sayuran itu sendiri. Tidak semua sayuran dapat hidup disuatu daerah, itu dikarenakan sayuran tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan. Hal itu menyebabkan ada beberapa sayuran yang tidak dapat tumbuh di suatu daerah dipasok dari daerah lain sehingga membutuhkan distribusi. Tentunya distribusi ini memerlukan biaya yang digunakan untuk membeli bahan bakar kendaraan yang akan mengangkut sayuran tersebut.
Sedangkan saat ini dunia sedang sibuk dengan program penghematan energi dalam rangka menyimpan cadangan energi alam yang tidak dapat diperbarui. Akan tetapi kebutuhan manusia akan bahan bakar terus meningkat salah satunya untuk mendistribusikan sayuran ketempat – tempat yang membutuhkan. Para ahli sedang mencari solusi mencari pengganti bahan bakar yang dapat diperbarui dan tidak mencemari alam sehingga tidak menimbulkan efek lain yang lebih buruk seperti sekarang ini.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini, memanfaatkan serasah sayuran sisa yang terbuang percuma menjadi bio gas yang bermanfaat sehingga mengurangi limbah organik yang ada dan menemukan energi alternatif pengganti bahan bakar yang telah ada saat ini.

1.2  Rumusan masalah
1.2.1        Apakah serasah sayuran dapat diubah mejadi biogas tanpa melalui proses pemisahan ?
1.2.2        Bagaimana cara megolah serasah sayuran mejadi biogas tanpa melalui proses pemisahan ?


1.3  Batasan masalah

Pada karya tulis ini penulis memberi batasan masalah bagaimana cara mengubah serasah sayuran mejadi biogas tanpa melalui proses pemisahan.

1.4  Tujuan penelitian

1.4.1        Untuk mengetahui apakah serasah sayuran dapat diubah mejadi biogas tanpa melalui proses pemisahan.
1.4.2        Untuk mengetahui cara megubah serasah sayuran menjai biogas tanpa melalui proses pemisahan.





1.5  Manfaat

Karya tulis ini bermafaat bagi
1.      Pendidikan
Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan dapat terus berembang megikuti perkaembangan zaman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

2.      Masyarakat
Untuk menemukan inofasi baru agar dapat memenuhi kebutuhan yang terus meningkat setiap harinya.

3.      Pemerintah
Sebagai dasar untuk menemukan alternatif baru bagi bangsa Indonesia agar dapat berkembang menjadi negara yang tidak bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan.

4.      Peneliti
Sebagai landasan bagi penelitian selanjutnya.




                                                                                







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian Sayuran

Sayuran merupakan sebutan umum bagi bahan pangan asal tumbuhan yang biasanya mengandung kadar air tinggi dan dikonsumsi dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Sebutan untuk beraneka jenis sayuran disebut sebagai sayur-sayuran atau sayur-mayur. Sejumlah sayuran dapat dikonsumsi mentah tanpa dimasak sebelumnya, sementara yang lainnya harus diolah terlebih dahulu dengan cara direbus, dikukus atau diuapkan, digoreng (agak jarang), atau disangrai.

2.2 Jenis – jenis Sayuran


1.      Sayuran daun
2.      Sayuran batang
3.      Sayuran akar
4.      Sayuran ubi
5.      Sayuran umbi
6.      Sayuran bunga
7.      Sayuran buah
8.      Sayuran biji


(Satriawan;2012)

2.3 Zat yang Terkandung dalam Sayuran
2.3.1 vitamin
1. vitamin A
2. vitamin C

2.3.2 mineral
1.   Kapur
2.   Besi
3.   Magnesium
4.   Fosfor
5.   Sedikit metana



2.4 Pengertian Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau (sering disebut dengan kompos).
2.5 Pengertian Bahan Bakar

Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses pembakaran (reaksi redoks) dimana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir).

2.6 Jenis – jenis Bahan Bakar
Berdasarkan Bentuk
1. Bahan bakar padat
Bahan bakar yang biasanya digunakan untuk menghasilkan energi panas (energi kalor) dengan cara di bakar.  Seperti kayu dan lain – lain.
2. Bahan bakar cair
Merupakan bahan bakar berbentuk cairan (liquid) atau yang lebih dikenal dengan bahan bakar minyak (BBM). Dapat digunakan pada kendaraan bermotor karena dapat dibakar pada karbulator dan dapat menjalankan mesin kendaraan.
3. Bahan bakar gas
Terbagi menjadi dua yaitu
a.  LPG
b.  CNG
Berdasarkan Materi
1.    Bahan bakar berkelanjutan.
Merupakan bahan bakar yang dapat didaur ulang sehingga tidak dapat habis meskipun terus digunakan.
2.    Bahan bakar tidak berkelanjutan.
Merupakan bahan bakar yang tidak dapat didaur ulang sehingga pemakaiannya hanya dapat digunakan sekali saja. Penggunaan bahan bakarjenis ini harus menggunkan perhitungan sehingga tidak cepat habis. Contohnya bahan bakar fosil.

2.7  Pengertian Bio Gas

Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida.

2.8  Zat yang Terkandung dalam Bio Gas
Komponen
Kadar (%)
Metana (CH4)
55-75
Karbon dioksida (CO2)
25-45
Nitrogen (N2)
0-0.3
Hidrogen (H2)
1-5
Hidrogen sulfida (H2S)
0-3
Oksigen (O2)
0.1-0.5






BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1       Metodelogi penelitian
Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan metode eksperimen. Berikut  tanggal dan tempat eksperimen dilakukan pada sabtu, 3 Maret 2013 di rumah penulis, Perumnas Lembayung Indah B3 No 22.

3.2 Alat dan Bahan
Alat :
Kaleng bekas satu buah.
2 Pipa logam beriameter 5 cm dengan panjang 50 cm.
Selang berdiameter 1 cm dengan panjang 1 meter.
Bahan:
Serasah sayuran                              500 gr 
Feses hewan (sapi)                          50 gr
Air                                                   ¾ kaleng bekas

3.3 Langkah kerja
1.      Lubangi tutup kaleng sedikit saja (Jangan dibuka tutupnya agar gas tidak hilang/habis menguap). Lalu tutup lubang dengan isolatip.
2.      Masukkan serasah sayuran sampai 1/2 kaleng.
3.      Masukkan feses sapi kedalam kaleng.
4.      Isilah kaleng tersebut dengan air secukupnya lalu tutup yang rapat (jangan sampai ada lubang sedikit pun).
5.       Simpan selama 7 hari
6.      Tusuk selang plastik yang telah disambugkan dengan pipa.
7.      Sulutlah dengan korek api. Jika pembusukannya baik, maka pasti akan menyala lebih dari dua menit.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil

Dalam pembuatan karya tulis ini penulis memperoleh hasil dari eksperimen yang telah dilakukan pada tanggal 3 maret 2013. Hasil yang diperoleh sebagai berikut.

Tabel 1.
Hasil pengamatan selama tujuh hari proses fermentasi serasah sayuran.
No
Percobaan ke-
Lama Nyala Api
1
2
3
Satu
Dua
Tiga
00:50
00:49
00:47
Rata-rata Nyala Api
00:49

Setelah tujuh hari proses fermentasi dan dilakukan pembakaran seperti yang ditunjukkan dalam langkah kerja diperoleh rata-rata nyala api selama empat puluh sembilan detik. Hal ini menunjukkan bio gas belum siap pakai.
Selain diperoleh nyala api diperoleh juga warna cairan hasil fermentasi, yaitu cairan berwarna hijau, hal itu diakibatkan oleh proses difusi selama proses fermentasi yang terjadi, sehingga air yang awalnya bening berubah warna menjadi hijau.

4.2  Pembahasan

Pada percobaan kali ini penulis menggunakan berbagai jenis sayuran untuk menghasilkan biogas. Biogas adalah gas alam yang terbentuk dari hasil fermentasi atau pembusukan. Berikut hasil pembahasan dari eksperimen yang telah dilakukan.



4.2.1        Pembuatan Biogas

Bio gas sendiri merupakan gas alam yang terbentuk dari hasil fermentasi atau pembusukan dari sisa organisme seperti feses hewan, feses manusia ataupun sisa tumbuhan yang tidak digunakan lagi.
Biasanya bio gas digunakan dalam rumah tangga sebagai pengganti minyak tanah dan LPG yang digunakan untuk memasak. Ada pula bio gas yang digunakan dalam bidang transportasi sebagai pengganti bahan bakar minyak atau yang lebih dikenal sebagai BBM yang kini keberadaannya mulai langkah akibat tidak dapat diperbaharui.
Pembuatan bio gas memanfaatkan limbah yang ada disekitar kita agar menjadi bermanfaat dan bernilai jual, sehingga limbah yang ada disekita kita tidak mencemari lingkungan serta kita memperoleh energi alternatif pengganti gas alam yang selama ini kita gunakan.
Proses pembuatan bio gas sendiri membutuhkan bantuan dari zat pemancing gas metana yaitu CH4 namun dalam hal ini zat tersebut dapat diganti dengan zat lain yang dapat memancing gas metana salah satunya adalah feses atau kotoran ternak yang ada disekitar kita. Pada karya tulis kali ini penulis menggunakan feses atau kotoran sapi yang banyak terdapat di lingkungan sekitar penulis.
Setelah terjadi fermentasi terhadap serasah sayuran selama tujuh hari, gas metana yang dibutuhkan dalam proses pembakaran konsentrasinya masih kurang hal ini diakibatkan pada proses pembuatan biogas tidak dilakukan pemisahan terhadap gas metana dan sisa sayuran.
Cara membuat biogas sendiri tidak terlalu sulit, pertama siapkan bahan dan alat yang dibutuhkan. Masukkan bahan berupa sayuran dan feses sapi kedalam kaleng, lalu tambah air secukupnya. Lalu tutup, tunggu hingga tujuh hari.

4.2.2        Proses pemisahan biogas
setelah mengalami proses fermentasi selama tujuh hari sesuai dengan prosedur yang ada, iogas tersebut siap untuk diuji coba dengan cara dibakar. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan peneliti terhadap nyala api deperoleh data seperti tabel 1.1.
Dari data tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa biogas tersebut belum siap untuk dipakai karena konsentrasi gas metana yang berfungsi sebagai gas yang membuat api terus menyala masih sangat kurang, sehingga api yang dihasilkan oleh biogas tersebut tidak dapat bertahan lama.
Untuk memperoleh nyala api yang lama konsentrasi gas metana yang dikandung biogas harus tinggi. Salah satu cara untuk membuat konsentrasi gas metana tinggi adalah dengan melakukan pemisahan antara gas metana yang telah dihasilkan dari proses fermentasi dengan zat lain sehingga yang dihasilkan hanya gas metana murni.
Tetapi berdasarkan batasan masalah yang telah ditentukan penulis yaitu membuat serasah sayuran menjadi biogas tanpa melalui proses pemisahan terlebih dahulu, penulis tidak melakukan proses pemisahan yang seharusnya dilakukan dalam pembuatan biogas. Hal ini mengakibatkan konsentrasi gas metana yang kurang dan nyala api yang sebentar.


















BAB V
PENUTUP

5.1              Kesimpulan
Dari hasil yang telah didapat dari eksperimen yang telah dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa serasah sayuran tidak dapat dibuat menjadi bio gas tanpa melalui tahap pemisahan, tetapi serasah sayuran ini dapat menghasilkan gas metana, yaitu gas yang dapat membuat sesuatu terbakar.

5.2              Saran
Dalam pembuatan karya tulis ini penulis menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti cara yang lebih mudah untuk memisahkan gas metana yang telah dihasilkan dari fermentasi sayuran yang telah dilakukan peneliti agar gas tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.










DAFTAR PUSTAKA


”Proses pembuatan biogas”. 2011.http://energinonfosil.wordpress.com/2011/02/25/ bereksperimen-sederhana-membuat-biogas/. Diakses 27 Januari 2013, 13.35.
“Biogas”.http://id.wikipedia.org/wiki/Bio-gas. Diakses 26 Januari, 20.03.
“Sayuran”.http://id.wikipedia.org/wiki/Sayuran. Diakses 26 Januari, 21.31
“Bahan bakar”http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan-bakar. Diakses 26 Januari, 20.01.
“Manfaat sayuran”.http://www.hdindonesia.com/info-kesehatan/manfaat-sayuran-hijau. Diakses  26 Januari 2013, 20.11
satriawan, Gusti.2012. ”Jenis-jenis sayuran”. http://satriawan- satria.blogspot.com/2012/02/jenis-jenis-sayuran.html. Diakses 26 Januari 2013, 20.02.
sma4lahat.2008.”Mengubah Serasah Sayuran Menjadi Bio Gas”.










LAMPIRAN























 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar