Senin, 17 September 2012

resensi novel Edensor


Kekuatan Mimpi

 
Judul buku            : Edensor
Penulis                   : Andrea hirata
Penerbit                 : Bentang
Tahun terbit           : Cetakan kesembilan belas,          November 2008
Tebal                     : xii + 290
ISBN                     : 978-979-1227-02-5

Edensor merupakan novel ketiga dari tetralogi Laskar pelangi. Novel ini bercerita tentang keberanian bermimpi, kekuatan cinta, pencarian diri sendiri dan penaklukan yang gagah berani.
Pada novel kali ini mengambil seting di Belitong, Bogor, Belanda, Perancis, Eropa. Kisah yang disuguhksn sangat menarik dan memberi motivasi bagi pembaca untuk berani bermimpi meskipun mimpi itu sangat jauh dan susah untuk diraih, akan tetapi percayalah bahwa kita dapat meraih mimpi itu, karena akan selalu ada jalan, seperti tokoh dalam novel ini yaitu Ikal (Andrea) dan Arai yang bermimpi untuk melangkahkan kaki mereka ke almamater Universitas Sorbonne, Perancis yang awalnya tak mungkin mereka raih tapi dengan tekat untuk mencapai mimpi itu akhirnya mereka berhasil melangkahkan kaki mereka ke almamater Unversitas Sorbonne dengan cara yang sangat membanggakan yaitu dengan mendapat beasiswa Uni Eropa. Begitupun dengan mimpi mereka untuk menaklukkan Eropa dan Afrika untuk mengumpulkan mozaik – mozaik kehidupan seperti yang dikatakan pak Balai kepala sekolah mereka “Murid – muridku, berkelanalah, jelajahi Eropa, jamah Afrika, temukan mozaik nasibmu di pelosok – pelosok dunia. Tuntut ilmu sampai ke Sorbonne di Prancis, saksikan karya – karya besar Antoni Gaudi di Spanyol.”
Namun impian itu hampir tidak mungkin mereka gapai karena alasan klasik. Uang mereka tidak cukup untuk membiayai perjalanan mereka mengelilingi Eropa yang sangat luas, Tuhan berkata lain dan memberi mereka solusi melalui seorang model yang mereka kenal saat mereka pertama kali tiba di Belanda, Famke seorang mahasiswa seni Amterdam Schoolof the Arts memberi ide membiayai perjalanan mereka dengan memjadi manusia patung, tentu tak selalu nasib baik yang didapat, suatu waktu mereka sama sekali tidak mendapat uang dan terpaksa makan daun plum yang sangat pahit dan di gelandang polisi yang tak mengerti bahasa Inggris. Berkat keteguhan hati mereka untuk meraih mimpi, mereka berhasil menahlukkan Eropa dan sebagian Afrika. Pencarian cinta pertama Ikal yang tak kunjung ditemukan meskipun telah dicari sampai pelosok – pelosok Eropa sampai ke daratan Afrika, menyisakan kepedihan di hati Ikal namun semua itu sedikit terbayar saat Ikal yang pindah ke Inggris karena Profesor Turnbull pembimbing tesisnya pensiun dan menetap di Inggris, ia menemukan desa yang bernama Edensor yang selama ini selalu ada dalam bayangannya. Ikal mengenal desa ini melalui novel pemberian Aling, cinta pertamanya.
Andrea yang tak lain penulis novel ini merupakan salah satu pengarang novel yang berani mendobrak pasar novel Indonesia dengan tema yang berbeda dari novel – novel yang beredar di pasaran saat ini yang didominasi kisah percintaan. Laskar pelangi adalah novel pembuka pada tetralogi ini sekaligus novel pertama Andera yang diterbitkan. Meskipun dalam tetralogi yang dibuatnya kali ini hanya sedikit hubungan satu sama lain akan tetapi tetralogi Laskar pelangi ini sangat menarik minat pembaca terbukti dengan dinobatkannya novel Laskar pelangi, Sang pemimpi dan Edensor sebagai novel best seller, ini merupakan prestasi besar bagi Andrea yang memiliki gelar master ekonomi namun sangat menyukai sastra dan gemar naik komedi putar.
Alur yang dipakai pada novel ini adalah alur campuran, dimana alur maju digunakan saat penulis menceritakan peristiwa yang dialami oleh tokoh novel tersebut sedangkan alur mundur digunakan saat tokoh mengenang kembali masalalunya. Sudut pandang yang digunakan penulis adalah pelaku utama. Suasana yang diciptakan melalui kata – kata yang dirangkai dengat sangat indahnya membuat pembaca dapat merasakan apa yang sedang dialami oleh para tokoh sehingga hanyut terbuai akan cerita yang disajikan penulis. Pembaca tidak akan bosan membaca novel ini sampai akhir bahkan pembaca akan tertarik untuk membaca novel ini berulang – ulang kali. Novel ini bisa dikatakan sempurna, hanya ada sedikit kekurangan dari novel ini yaitu terdapat beberapa kata – kata asing tak dimenerti masyarakat Indonesia pada umumnya.
Terlepas dari kekurangannya, novel ini dapat dibaca semua lapisan umur masyarakat Indonesia, terutama para remaja sangat disarankan untuk membaca novel ini karena dapat membangkitkan semangat para remaja untuk berani bermimpi dan berusaha untuk mewujudkan mimpi meskipun mimpi itu sangat jauh dan susah untuk di raih tapi percayalah akan ada cara untuk mewujudkan mimpi – mimpi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar